Rabu, 20 November 2013

SCADA (SUPERVISORY CONTROL AND DATA ACQUISITION) PADA INDUSTRI MINYAK DAN GAS



SCADA (SUPERVISORY CONTROL AND DATA ACQUISITION) PADA INDUSTRI MINYAK DAN GAS 
Robet Fransiska M A (13310088) 


A.      Latar Belakang
Energi adalah salah satu kebutuhan pokok manusia di era modern seperti sekarang ini. Industri energi terutama energi fosil saat ini menjadi jantung penggerak ekonomi dunia. Energi yang tidak dapat diperbari tersebut tetap menjadi primadona di tengah geliat energi terbarukan karena dibanding jenis yang lain, bahan bakar fosil terutama minyak bumi dan gas tetap lebih unggul di sisi ekonomis dan kepraktisan. Selain itu industri minyak bumi juga dapat menghasilkan bahan-bahan yang sangat penting bagi industri-industri lain terutama industri kimia. Minyak bumi sangat erat kaitannya dengan produk-produk petrokimia. Hal ini disebabkan dalam minyak bumi terkandung banyak bahan selain karbon, yakni hidrogen, sulfur, nitrogen, oksigen, dan lainnya. Pada awalnya minyak bunmi banyak dimanfaatkan sebagai minyak tanah, namun seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman yang menuntut bertambahnya kebutuhan manusia, minyak bumi diolah menjadi bahan lain seperti bahan bakar minyak (bensin, solar, avtur, dll).

Tabel 1. komposisi kimia minyak mentah

Sampai saat ini, industri minyak bumi juga masih menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara. Oleh karena perannya yang sangat penting dan banyaknya perputaran uang yang terlibat di dalamnya maka faktor keamanan, kehandalan, efisiensi, dan monitoring menjadi isu yang sangat diperhatikan di industri minyak bumi. Untuk melakukan otomasi industri biasanya digunakan pengontrol baik PLC maupun DCS. PLC biasanya digunakan untuk mengontrol proses-proses yang membutuhkan aksi cepat seperti masalah safety. Sedangkan DCS biasanya digunakan pada proses yang bersifat kontinu dan tidak membutuhkan aksi yang cepat karena Delay time DCS lebih besar dari PLC. Selain itu DCS biasanya digunakan untuk mengontrol banyak parameter sekaligus karena modul I/O (input-output) pada DCS dapat mencapai ribuan sedangkan PLC lebih terbatas. Pengontrol baik PLC mupun DCS dikendalikan di control room. Di dalam control room, terdapat OWS (Operator Work Station) yang merupakan sarana bagi operator untuk melakukan pengontrolan di industri. OWS terdiri dari komputer HMI (Human Machine Interface) yang terhubung ke pengontrol di plant. Sedangkan untuk merubah konfigurasi maupun modifikasi pengontrol, dapat dilakukan oleh para engineer di dalam EWS (Engineering Work Station). Selanjutnya informasi yang didapat dari masing-masing control room di setiap plant dikumpulkan dan dihubungkan oleh sebuah jaringan (network) agar dapat dilakukan monitoring serta pengontrolan lebih lanjut. Monitoring yang dilakukan diperlukan untuk melakukan pengawasan dan pengambilan informasi secara terpusat. Dengan harapan informasi dapat diakses oleh semua lini mulai operator, engineering, hingga bisnis.

B.       Permasalahan

Kebanyakan sumber minyak bumi tidak terletak di tengah kota melainkan di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk. Hal ini menyebabkan sebuah industri oil and gas, biasanya lokasi plant-nya berada di daerah yang terpencil (remote area) atau bahkan lepas pantai (offshore). Sedangkan kantor biasanya berada jauh dari lokasi plant. Bahkan dalam sebuah kawasan industri minyak, control room pun biasanya tidak berada dalam satu tempat dengan process plant. Hal tersebut menyebabkan dibutuhkannya sebuah jaringan yang dapat menghubungkan antara plant dengan office atau control room. Jaringan tersebut dibutuhkan agar memungkinkan terjadinya transfer informasi dari instrumen di pabrik ke controller di control room dan sebaliknya atau dari control room ke office dan sebaliknya bahkan dari instrumen langsung ke office untuk tujuan real time monitoring and control.
Sumber minyak di Indonesia pada umumnya tersebar dan sangat jarang terdapat satu sumur raksasa. Sehingga pada Industri minyak, biasanya terdapat lebih dari satu sumur minyak. Bahkan ada yang hingga berjumlah ratusan atau ribuan sumur dalam satu blok operasi. Seperti yang terjadi di blok Rokan provinsi Riau yang dioperasikan oleh PT Chevron Pacific Indonesia yang memiliki 13344 sumur dengan 8933 sumur produksi, 4402 sumur non produksi, dan 9 dry hole. Setiap sumur diperlukan pengawasan dan pengontrolan masing-masing. Sehingga di setiap wellhead, terdapat instrumen yang berfungsi untuk merekam data dari masing-masing sumur minyak. Karena Jumlahnya yang sangat banyak maka tidak memungkinkan bagi engineer untuk melakukan pengontrolan dan pengawasan secara manual karena akan sangat tidak efektif dan efisien. Sehingga dengan banyaknya jumlah sumur di sebuah blok, tentu menjadi tantangan tersendiri untuk dapat memonitor dan bahkan mengontrol keseluruhan sumur minyak secara terpusat, akurat, dan real time dari jarak jauh sekalipun. Untuk mengatasi hal tersebut dapat digunakan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Penerapan sistem SCADA memungkinkan industri untuk mendapatkan setiap informasi yang terekam oleh instrumen yang jumlahnya sangat banyak sehingga pengolahan data dapat dilakukan secara menyeluruh dan terpusat. Selain itu SCADA memungkinkan diterapkannya sistem monitoring dan kontrol jarak jauh sehingga meningkatkan kehandalan, efisiensi dan efektivitas industri.
Gambar 1. Subsea wellhead system
C.      Sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition)

SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) merupakan suatu sistem pengolahan data terintegrasi yang  berfungsi untuk mensupervisi, mengendalikan dan mendapatkan data secara real time. SCADA berfungsi mulai dari pengambilan data pada sensor di lapangan, pengolahan informasi yang diterima, penyimpanan informasi di database, sampai respon yang ditimbulkan dari pengolahan informasi. Pada umumnya sistem SCADA berupa banyak RTU (Remote Terminal Unit) yang merekam data lapangan lalu mengirimnya ke master station melalui jaringan.
SCADA banyak digunakan di berbagai macam tujuan baik industri maupun non industri seperti industri manufaktur, proses, dan power plant, Distribusi air, pipa gas dan minyak, sistem telekomunikasi, distribusi listrik, dan manajemen energi. Khusus untuk penerapan di Industri proses seperti industri oil & gas, SCADA memegang peranan yang sangat penting sebagai sarana monitoring dan kontrol. Secara umum, keunggulan sistem SCADA adalah komputer dapat merekam dan menyimpan data dengan ukuran yang sangat besar, Data dapat ditampilkan sesuai kebutuhan user, dan Informasi bisa ditampilkan dan didapatkan dari jarak jauh.
Pada umumnya, komponen SCADA yang digunakan di industri terdiri dari:
      Instrumen
Instrumen di lapangan maupun lapangan berfungsi untuk mendapatkan dan mengumpulkan data dari parameter-parameter proses yang berlangsung. Instrumen dapat berupa sensor, aktuator, ataupun yang lainnya.
      Controller
Controller berfungsi untuk melakukan kontrol dan monitoring terhadap sensor dan aktuator yang ada di plant ataupun lapangan. Dalam suatu plant atau objek kontrol, controller yang biasanya dipakai berupa PLC atau DCS.
      Network
Bagian terpenting dari sistem SCADA adalah adanya jaringan yang mengintegrasikan berbagai macam controller di banyak control room. Di jaringan integrasi ini biasanya protokol komunikasi antar komponen dikonversi menjadi TCP/IP.
      Database
Database berperan penting dalam pengoperasian peralatan sistem SCADA, jika database tidak diperhatikan akibatnya tren dari proses yang berlangsung tidak dapat diketahui. Database juga diperlukan untuk memonitoring kinerja sistem dan sebagai record dari segala macam kejadian pada waktu tertentu.
      Control Room
Control room berguna bagi para engineer untuk memonitor controller yang digunakan. Di dalam control room, engineer dapat mengatur kerja controller di plant atau site yang berjarak sangat jauh melalui jaringan SCADA.
          Corporate System
Corporate system berguna untuk menyajikan data-data yang berasal dari site atau plant secara real time. Informasi yang ditampilkan diolah terlebih dahulu agar lebih simple dan mudah dipahami oleh pihak management. Dengan adanya sistem ini, orang-orang di bussiness line dapat secara langsung memantau kinerja industri yang sedang berjalan.

PLC (Programmable Logic Controller)

Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang memiliki fungsi kontrol untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan beraneka ragam. Definisi Programmable Logic Controller menurut Capiel (1982) adalah sistem elektronik yang beroperasi secara digital dan didesain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O digital maupun analog. PLC merupakan salah satu komponen utama dalam sebuah sistem SCADA dan pada industri minyak dan gas bumi banyak digunakan sebagai pengontrol di unit-unit wellhead

Gambar 2. PLC Allen Bradley ControlLogix5000

D.      Penerapan Sistem SCADA untuk      monitoring sumur minyak

Untuk mengatasi permasalahan yang sering terjadi pada industri minyak dan gas bumi terkait banyaknya sumur yang harus dimonitor, maka sistem SCADA merupakan solusi yang tepat untuk diterapkan. Berikut ini arsitektur umum sistem SCADA:



                                                                   Gambar 3. Arsitektur umum sistem SCADA
 


Pada setiap wellhead, dipasang PLC untuk menjalankan fungsi kontrol pada setiap instrumen yang ada. Karena jarak sumur biasanya berjauhan maka akan lebih efektif jika PLC dihubungkan ke master station melalui jaringan nirkabel (wireless) dengan IP address yang unik pada masing-masing unit. Data dari instrumen-instrumen yang terdapat pada wellhead, dikirim ke master station untuk disimpan di database sistem agar dapat diakses sewaktu-waktu dan diolah oleh operator.

Pemrograman PLC

Untuk dapat menjalankan fungsinya sebagai pengontrol, PLC perlu diprogram sesuai dengan kebutuhan industri. Pemrograman PLC dilakukan oleh engineer di EWS pada master station. Pemrograman PLC dapat dibangun dengan bahasa Ladder Diagram. Pada dasarnya Logic ladder diagram merupakan terjemahan dari bahasa pemrograman digital ke bahasa diagram ladder.
                                                                                     Gambar 4. Contoh diagram ladder
 


Pemrograman PLC yang dilakukan pada EWS kemudian diterjemahkan ke sebuah interface yang memungkinkan operator untuk membaca data atau melakukan pengontrolan. Interface tersebut biasa disebut HMI (Human Machine Interface). Untuk memudahkan operator menerjemahkan informasi yang didapat maka HMI harus dibuat dengan konsep user friendly. HMI dibuat sebisa mungkin mirip dengan proses beserta simulasi yang mirip dengan keadaan plant agar memudahkan user memahami informasi yang terbaca.
                                                           Gambar 5. Perbandingan HMI dengan interface untuk pemrograman
 



Master Station

Master station bertugas merekam dan mengolah segala informasi yang didapatkan dari masing-masing RTU atau PLC pada setiap unit wellhead dan melakukan fungsi kontrol jarak jauh. Untuk mendukung kinerja dan meningkatkan reliabilitas sistem SCADA, maka dapat dibangun subsistem yaitu submaster station. Submaster dapat digunakan untuk menangani sumur yang sangat tersebar pada wilayah yang luas sehingga diperlukan monitoring yang bersifat terdistribusi untuk meningkatkan kehandalan sistem. Fungsi submaster station antara lain adalah mendapatkan data dari RTU atau PLC di sekitarnya, melakukan perekaman dan penampilan data yang didapat dari masing-masing wellhead di area operasinya pada local operation station, meneruskan informasi ke master station, dan meneruskan perintah kontrol dari master station ke RTU atau PLC di daerah operasinya.



                                                 Gambar 6. Arsitektur umum sistem SCADA dengan  submaster station


E.       Kesimpulan

Sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) memiliki keunggulan dalam menangani pengontrolan dan monitoring untuk unit yang tersebar pada jarak jauh dan berjumlah sangat banyak. Oleh karena itu permasalahan yang dialami industri oil & gas dalam monitoring dan pengontrolan sumur-sumur minyak yang berjumlah ratusan bahkan ribuan dan tersebar dalam wilayah yang luas atau bahkan kadang remote atau offshore dapat diseleseikan dengan penerapan sistem SCADA.

F.       Daftar Pustaka

[1] Keith Stouffer, Joe Falco, Karren Kent, Guide to Supervisory Control and Data Aqcuisition (SCADA) and Industrial Control System Security, National Institute of Standards and Technology.
[2] David Bailey, Edwin Wright, Practical SCADA for Industry, IDC technology, 2003
[3] Capiel, Hand book Programmable Logic Control, Factory Automatic Omron Indonesia, Indonesia, 1982. 
[4] L.A Bryan, E.A Bryan, Programmable Controllers: Theory and Implementation 2nd Edition, Industrial Text Company, 1997 
[5] Adnan Salihbegovic, Vlatko Marinković, Zoran Cico, Elvedin Karavdić, Nina Delic, Web based multilayered distributed SCADA/HMI system in refinery application, Elsevier B.V., 2008 
[6] Traian Turc, Horatiu Grif, SCADA Architecture for Natural gas plant, University of Targu mures, 2009 


Kamis, 14 November 2013

Engineer as Banker

Engineer as Banker

Some of my friends may think that being a banker after graduating from ITB is only wasting the time. It is normal, because life as engineering student is quite stressful especially with the mathematical equations, industrial standards, and also a bunch of homework. There is a joke that as engineering students, we are forced to choose at most two from these three choices: enough sleep, social life, good mark.  That stupid jokes give us vision how hard the challenge we faced to get the bachelor degree in engineering. “After that kind of sacrifice to get graduating as an engineer, will you be a banker whom the work has nothing to deal with your degree?”  Before answering the question, we should know about a Banker career.

Bank is the heart of economic. Most of the money-related transaction is handled by Bank. Bank as intermediary gather information from sellers then serve in simple and businesslike way to the consumers. Bank has variety products. Not only saving and loan to society like usually we see but also the other products. These are some of the product:
    Deposit
    Corporate and consumer loan
    Credit card
    Wealth management
    Trade financing
    Cash management
    Treasury
    Debt & capital market

Bank get revenue from two sources, the first is from Interest income. Bank give at most 5% interest to people who save their money then get at least 10% from people who loaned it. The other revenue comes from fee income which being paid to bank for the service or product such as salary management in a company
There are two types of Banker career, Back officer and the front one.
 1. Back Office
    Human Recourse
    This division is dealing with people. They do recruiting, employee development, and etc.
    Legal
  They handle all the legal things for bank and responsible to take the legal action regarding Bank’s operational
    Compliance
   Compliance acts as a control function for Bank helping make sure They are a ‘fit and proper’ business. The division works to understand the requirements for financial institutions like banks.
    Audit
   This division is responsible for internal auditing function of a bank. People who stick to the regulation are suitable for the job.
    Operation
    Operation division consists of people who responsible for the bank operational.

2. Front Office
    Consumer banking
   Consumer banking division is dealing with marketing to the potential consumer to use Bank’s service and product.
    Corporate banking
   Their people are the ones who come to other corporations or companies to do marketing about Bank’s product and Service
    Money market
    This division handles asset liability management and currency management
    Treasury & Market
    Treasury & Market is the core of a Bank.

Get closer to a treasurer
Treasury is like Bank’s bank. It works as the connector of consumer, corporate, and commercial. This job has a high risk but will earn you high income. Usually, treasury only consists of a few people. But, they can get the same amount of money as the other divisions. As a treasurer, you may get an equal take home pay as offshore engineer after five up to ten years’ experience. That’s why only the best people can be a treasurer. Treasury & Market division can be divided to two subdivision, trader and sales. Traders earn money from a high risk transaction like Forex. Once they get luck, they may earn more than 1 billion but if they are unlucky, the same amount of money may loss. Sales handle transaction of Bank’s product related to corporation and financial institution.

Well, After I got the insight of banker career from Mr. Randi Bayu Prathama, I think being a banker is not that bad. Bank's job is quite challenging. So, being a banker? Why not?

Speaker:
Randi Bayu Prathama
Treasury Sales -  Senior manager Royal Bank of Scotland
Engineering Physics Batch 2002

Career Path:
2009-2010 join DBS Bank
2010-2011 Assistant Manager, Investment Specialist, DBS Bank
2011-2012 Manager, Investment Specialist, DBS Bank

2012-now  Senior Manager, Treasury Sales, Royal Bank of Scotland 

Kamis, 31 Oktober 2013

Instrument Engineer di ConocoPhilips


Profil Perusahaan
ConocoPhillips adalah perusahaan energi yang integral dalam skala internasional. ConocoPhillips adalah perusahaan energi terintegrasi ketiga terbesar di Amerika Serikat berdasarkan kapitalisasi pasar dan cadangan terbukti minyak dan gas. Conocophillips merupakan pengilang terbesar kedua di Amerika Serikat. Secara internasional, dalam kategori perusahaan yang tidak dikendalikan pemerintah, ConocoPhillips mempunyai cadangan terbukti terbesar kelima di dunia; dan berdasarkan kapasitas minyak mentah adalah pengilang terbesar keempat di dunia.
ConocoPhillips terkenal diseluruh dunia dengan keahlian teknologi dibidang eksplorasi dan produksi dilaut dalam, eksploitasi dan manajemen reservoir, teknologi seismik 3-D, petroleum coke upgrading kelas tinggi dan sulfur removal.
Bermarkas di Houston, Texas, ConocoPhillips beroperasi pada lebih dari 40 negara. Perusahaan ini mempunyai sekitar 38.300 karyawan di seluruh dunia dan aset bernilai USD 164 miliar. ConocoPhillips terdaftar di Bursa Saham New York (New York Stock Exchange) dengan simbol "COP".
Perusahaan ini mempunyai 4 aktivitas utama di seluruh dunia:
Eksplorasi dan produksi minyak bumi
Pengilangan, pemasaran, suplai dan transportasi minyak bumi
Pengumpulan, pengolahan dan pemasaran gas alam, termasuk 50% saham di Duke Energy Field Services, LLC.
Produksi dan distribusi bahan kimia dan plastik melalui 50% saham di Chevron Phillips Chemical Company LLC.

Instrument Engineer
Instrument Engieer bertugas menangani pengukuran dan pengontrolan parameter-parameter yang ada pada proses di industri/pabrik, dengan tujuan meningkatkan efisiensi, akurasi, reliabilitas, dan keselamatan kerja. Pada umumnya Instrument engineer bertanggung jawab atas controller DCS atau PLC dan instrumentasi seperti control valve, transmitter, sensor, dll.

Tugas Instrument Engineer 

Project : Design, Installation, Commissioning, MOC
Instrument Engineer bertugas untuk mendesain dan merancang sistem perpipaan, instrumentasi dan kontrol pada plant proses yang dibangun. 
Troubleshooting : Analyzing & Solving problems
Instrument Engineer bertugas melakukan troubleshooting pada instrument proses industry. Instrument engineer bertugas menganalisa masalah yang terjadi lalu menemukan/membuat solusi untuk masalah tersebut.
Day to Day Operation : Sizing, Renewing, Suggesting
Tugas sehari-hari dari Instrument Engineer untuk memastikan setiap Instrument bekerja secara optimal dan terus memperbaiki kinerja dengan melakukan pengukuran, perbaruan, dan evaluasi terhadap perbaikan sistem.
Study : Assessment, Calculation, Options
Instrument Engineer dituntut mengupayakan sistem yang lebih baik dan efisien dalam pengoperasian instrumen yang ada di field. Oleh karena itu dilakukan pengkajian, perhitungan dan membuat pilihan-pilihan solusi oleh seorang Instrument Engineer. 
Instrument yang digunakan di ConocoPhilips
Pressure Instrument
Temperature Instrument
Level Instrument
Control Valve
Actuated Valve
Well Head Control Panel
Boiler, BMS Control, WHB
Relief Valve
Analyzer
DCS, PLC, SCADA
dll
Pengalaman narasumber:
Suban Bypass
Suban Compressor Upgrade
Grissik HLS Analyzer
Sumpal-6 HIPPS
Rawa & Suban Fuel Gas Conditioning
dll
Pesan Narasumber: 
Perbanyak kegiatan organisasi di kampus.


Narasumber:
Fikri Muhammad Hermawan
Teknik Fisika angkatan 2005
Instrument Engineer-ConocoPhillips

Kamis, 24 Oktober 2013

Pengaruh Pencahayaan Terhadap Psikologi Manusia

Pengaruh Pencahayaan Terhadap Psikologi Manusia
Robet Fransiska M A (13310088)

Sumber: www.trendir.com
“Dari mata turun ke hati” Nampaknya peribahasa tersebut sangat tepat untuk menggambarkan seberapa erat hubungan antara penglihatan dengan perasaan. Psikologi manusia sangat sensitif terhadap informasi yang datang dari lima indera baik berupa aroma, rasa,  sentuhan, suara, maupun visual. Khusus untuk rangsangan berupa visual, warna dan pencahayaan merupakan salah satu aspek yang sangat mempengaruhi respon psikologi manusia.

Pemilihan Warna
Pemilihan warna, misalnya dapat memberikan perasaan nyaman dan tentram, atau membuat mood penghuninya jadi labil dan mudah terpancing emosinya. Contoh aplikasi pemilihan warna adalah penggunaan warna cerah pada ruang rapat sebuah kantor. Warna-warna cerah seperti kuning dan hijau terbukti dapat mencegah efek “cepat lelah” yang umum melanda pada sebuah sesi meeting. Warna-warna ceria juga ideal untuk kafetaria atau kantin, karena warna dominan merah atau oranye dapat kembali meningkatkan gairah dan semangat pegawai setelah bekerja. Sebuah website perusahaan cat edupaint.com menulis bahwa tiap warna memberikan kesan yang berbeda-beda sehingga diaplikasikan secara berbeda pula pada pemilihan cat ruangan di rumah. Contohnya adalah kesan semangat dengan warna merah, kreatif dengan warna kuning, segar dengan warna hijau, ceria dengan warna oranye, dan tenang dengan warna biru,

Pengaruh Pencahayaan Terhadap Mood
Mungkin banyak orang yang tidak menyadari, tapi selain warna, pencahayaan merupakan elemen yang memegang peranan penting dalam memberikan informasi visual suatu lingkungan. Tanpa pencahayaan yang baik, kita tidak dapat melihat atau menikmati kondisi visual di sekitar kita, bahkan jika kondisi visual tersebut merupakan sebuah karya arsitektur yang sangat indah. Pencahayaan artifisial tidak hanya mampu menampilkan informasi visual, tetapi juga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas visual sehingga mampu memenuhi kebutuhan visual bagi orang yang melihatnya. Anda tidak bisa menyamakan setting pencahayaan untuk kamar tidur, ruang keluarga, ruang baca maupun ruangan lainnya dalam rumah. Hal ini dikarenakan cahaya dapat memberikan efek lebih bagi psikologis manusia selama beraktivitas di dalamnya. Saat memasuki ruangan dengan pencahayaan suram, mood seseorang akan terpengaruhi menjadi muram seperti terjadinya penurunan gairah dan semangat. Itulah kenapa kita sangat jarang menjumpai ada ruangan pesta ulang tahun anak-anak dengan pencahayaan remang-remang atau acara berkabung dengan hiasan lampu disko.
Laporan dari ideaonline.com menyebutkan bahwa pencahayaan dapat memberikan efek yang signifikan bagi tampilan ruang, kesehatan, maupun psikologis. Berikut ini beberapa dampak positif dari pencahayaan yang tepat di ruangan Anda.
  1. Meningkatkan produktivitas. Tata cahaya yang lebih baik (tidak silau, dengan intensitas dan sudut yang tepat) dapat membuat kita bekerja lebih senang dan lebih keras lagi.
  2. Mempengaruhi kesehatan. Orang dapat merasa stress karena perubahan pencahayaan / pencahayaan yang tidak tepat, dan dapat dibantu dengan terapi pencahayaan.
  3. Berarti lebih baik untuk keamanan. Pencahayaan yang terang diperlukan untuk pekerjaan yang berbahaya atau yang membutuhkan detail tingkat tinggi.
  4. Mempengaruhi mood dan suasana. Pada kasus yang lain, sejumlah besar orang dikumpulkan di suatu ruangan yang terang. Mereka lebih memilih untuk berbicara dalam grup yang besar dan volume suara pada saat mereka bicara akhirnya meningkat. Grup yang sama, dipindahkan ke ruangan yang lebih redup. Mereka berkumpul dalam beberapa grup dan akhirnya volume suara pada saat mereka bicara juga lebih rendah.
Dalam dunia kerja, desain pencahayaan dan warna kantor banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Berdasarkan penelitian oleh Kuller, mood pekerja berada pada titik terendah saat pencahayaan ruangan terlalu gelap. Mood dapat mencapai kualitas terbaik ketika pencahayaan yang diberikan tepat yaitu tidak terlalu gelap tapi juga tidak terlalu terang. Karena ketika cahaya dalam ruangan kerja terlalu terang mood karyawan menunjukkan penurunan lagi.

Pengaturan Sumber Cahaya
Pada saat dilakukan pengaturan, warna pada objek maupun ruang sangat berpengaruh pada output pencahayaan yang dihasilkan. Warna dapat mengurangi intensitas cahaya yang terekspos padanya, selain itu karakter atau sifat objek maupun ruang yang diberi pencahayaan juga akan mempengaruhi tugas pencahayaan tersebut. Misalnya cahaya dari lampu flourosence yang dikenakan pada kolam renang akan memberikan efek yang berbeda dibandingkan dengan sumber pencahayaan yang sama pada pepohonan.

Hal kedua yang harus diperhatikan saat pengaturan pencahayaan adalah posisi. Posisi sangat berpengaruh pada kualitas output dari system pencahayaan. Anda dapat merasakan perbedaan suasana yang dihasilkan saat matahari bersinar pada pagi hari dimana posisi matahari masih di samping atau depan dengan posisi matahari disiang hari tepat diatas kepala kita. Begitu juga dengan positioning sumber cahaya buatan, suasana yang dihasilkan tipe lampu yang sama pada posisi yang berbeda memberikan kesan yang berbeda pula bagi ruangan atau objek yang disinarinya.

Satu hal lagi yang sangat penting untuk diperhatikan saat melakukan pengaturan pencahayaan pada ruangan atau objek adalah intensitas cahaya. Selain warna objek dan posisi, dampak yang dihasilkan sebuah sumber cahaya terhadap psikologi manusia juga berbeda-beda tergantung dari intensitas.
  1. Cahaya terangCahaya jenis ini merangsang, memberikan energi dan membuat kita seolah-olah ingin bergerak lagi, itulah sebabnya cahaya yang terang sangat cocok untuk ruang kerja. Namun cahaya yang terang berlebihan dapat membosankan, itulah sebabnya kita harus mempertimbangkan berapa banyak cahaya terang yang akan digunakan. Cahaya terang juga membentuk bayangan yang kuat.
  2. Cahaya redupCahaya redup ini memberikan kesan rileks, tenang dan romantis, karena itulah sangat cocok untuk digunakan pada ruang interior untuk relaksasi, seperti kamar tidur, kamar mandi, atau ruang bersantai lain seperti entertainment room.
  3. Cahaya yang terlalu terangJenis cahaya ini dapat menyebabkan kita mengalami lelah fisik dan mental (ingat bahwa ia digunakan di kantor polisi untuk menanyai para penjahat). Cahaya yang terlalu terang dan difokuskan dapat membuat kita merasa menjadi pusat perhatian dan dapat meningkatkan ego atau membuat kita merasa sangat tidak nyaman. Jenis pencahayaan ini juga sangat berguna untuk meningkatkan tampilan lukisan, patung, atau sudut ruang lain dengan lampu sorot.
  4. Cahaya dengan terang sedangCahaya ini tidak berpengaruh banyak pada kita, dan kita tetap merasa biasa saja.
  5. Cahaya dengan warna hangatCahaya yang berwarna hangat seperti warna merah, jingga dan kuning akan membawa suasana riang dan ‘welcome’, terutama untuk warna orange dan kuning. Warna terang yang hangat sangat cocok untuk lobi, hall, dan kadang sangat cocok untuk kamar tidur (dengan cahaya redup) dan kamar lain yang perlu ‘kehangatan’
  6. Cahaya dengan warna dinginCahaya biru, hijau dan ungu bisa membawa kesan tenang dari sisi warna, juga membawa kesan ‘dingin’. Jenis cahaya dengan warna dingin ini kebanyakan kurang cocok digunakan untuk interior rumah tinggal.


Pengaruh dari rangsangan visual terhadap psikologis manusia sangat besar. Sehingga setting pencahayaan dan pemilihan warna dapat menjadi sarana untuk meningkatkan performa dan kualitas mood. Cahaya menyinari hidup anda dan warna menghiasi hari-hari anda, manfaatkan, maksimalkan!


Referensi:
  • Manurung P, "Desain Pencahayaan Arsitektural - Konsep Pencahayaan Artifisial Pada Ruang Eksterior", Andi Publisher, ISBN-9789792912104
  • Küller R, Ballal S, Laike T, Mikellides B, Tonello G, "The impact of light and colour on psychological mood: a cross-cultural study of indoor work environments", Department of Environmental Psychology, School of Architecture, Lund Institute of Technology, Lund, Sweden.
  • www.ideaonline.co.id/iDEA2013/Interior/Ruang-Keluarga/Dampak-Cahaya-untuk-Psikologi-Pengguna-Ruangan
  • www.edupaint.com/warna/pengaruh-warna/1763-menciptakan-kesan-interior-dengan-warna.html
  • forum.kompas.com/green-global-warming/62340-pemilihan-warna-ruangan-dan-pengaruhnya-pada-psikologi-serta-penghematan-energi.html
  • www.tjoret.net/2010/12/ternyata-pencahayaan-dapat-membentuk.html

Kamis, 10 Oktober 2013

Rolls-Royce: More-electrical Technology



Robet Fransiska M A (13310088)

Rolls-Royce adalah sebuah grup perusahaan, yang semuanya berakar dari perusahaan pembuat mobil dan kapal terbang Britania yang didirikan oleh Henry Royce dan C.S. Rolls pada tahun 1906. Perusahan-perusahaan tersebut adalah:
1.      Rolls-Royce plc, yang memegang peran utama dalam ekonomi, adalah perusahaan teknik Britania yang menspesialisasikan dalam produk berbasis-turbin, terutama mesin pesawat, tetapi menyediakan produk dan jasa yang luas dalam masyarakat dan militer.
2.      Rolls-Royce Motor Cars Limited, adalah pemroduksi mobil mewah, yang dimiliki oleh BMW, yang memulai pengantaran model tunggal, the Phantom (hantu), di Januari 2003.
3.      Bentley Motors adalah kelanjutan dari divisi mobil Rolls-Royce pertama. Sejak 1998 perusahaan ini dimiliki oleh Grup Volkswagen. Mobil Rolls-Royce dan Bentley saling berbagi dalam mekanik sejak pengambilan Bentley oleh Rolls-Royce pada tahun 1931, sering kali berbeda hanya di bagian "radiator grille". Pada tahun 2003 perusahaan ini tidak lagi memproduksi mobil Rolls-Royce, setelah dibelinya merk dagang Rolls-Royce oleh BMW dari Volkswagen.

Nama julukan untuk Rolls-Royce adalah Rolls dan Roller, meskipun di Derby (markas besar Rolls-Royce plc terletak), perusahaan ini dikenal dengan Royce's. Istilah "Rolls-Royce x" seringkali digunakan untuk menggambarkan yang terbaik dari tipenya.

Saat ini Rolls-Royce telah menjadi perusahaan kelas dunia, yang menyediakan daya listrik terhadap pelanggan dalam bidang civil & defence aerospace, marine dan energy markets. Rolls-Royce membantu dan mendukung pelanggannya melalui jaringan di seluruh dunia, meliputi kantor, pabrik manufaktur dan fasilitas pelayanan lainnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Rolls-Royce menganut prinsip yaitu Trusted to Deliver Excellence. Brand Rolls-Royce telah menjadi salah satu merek yang sangat bernilai di dunia. Brand Rolls-Royce itu sendiri telah menjadi aset yang sangat penting bagi perusahaan. Brand telah menjadi alat bagi perusahaan untuk menarik orang-orang terbaik bergabung dan juga klien-klien untuk mempercayakan proyek ke Rolls-Royce.

'Trusted to Deliver Excellence' merupakan brand promise Rolls-Royce yang mewakili nilai-nilai perusahaan sebagai sebuah bisnis. Setiap orang yang bergabung di Rolls - Royce dipercaya untuk memberikan keunggulan sesuai dengan nilai brand promise Rolls-Royce.

Visi dari Rolls-Royce adalah Better power for a changing world. Rolls-Royce berkomitmen untuk terus berinovasi dan terus mengejar peningkatan dalam setiap aspek. Di garis depan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dengan wawasan pelanggan yang mendalam, perusahaan percaya bahwa mereka berada dalam posisi yang kuat untuk memenuhi tuntutan, dan menciptakan peluang di dunia yang dinamis.

Untuk menghadapi persaingan bisnis, Rolls-Royce mnganut strategi “Understanding our customers, innovation, profitable growth”. Perusahaan selalu mengadopsi kebutuhan pasar dengan melakukan inovasi-inovasi teknologi untuk menghasilkan profit.

Rolls-Royce memiliki beberapa cabang di dunia, salah satunya adalah di Singapura. Salah satu bagian dari Rolls-Royce Singapura adalah Seletas Campus yang terdiri atas :
-HUB
-Singapore Assembly
-Wide Chord Fan Blade Manufacturing
Seletas Campus dihuni oleh 650 staff, dengan daerah seluas 154.000 sqm dan fasilitas seluas 65.000 sqm.

Di Singapura terdapat Training Centre yang meliputi:
-Aerospace
-Marine
-Energy
Dengan fokus pengembangan di bidang:
-Material Support Tech.
-Computational Engineering
-Electrical Power & Control Systems
-Manufacturing Tech.
Dalam menjalankan pengembangan dan inovasi, Rolls-Royce Singapura menggandeng beberapa instansi seperti:
-STAR Agency
-Nanyang Technological University
-National University of Singapore

More Electrical Technology

Dalam pengembangan teknologi pesawat terbang, terdapat peningkatan secara eksponensial pada tingkat kebutuhan daya listrik untuk mendukung fasilitas pelayanan pelanggan seperti: 
-Fasilitas Hiburan
-Keinginan adanya sebuah 'Power Socket' pada setiap tempat duduk
-Kebutuhan daya listrik pada sistem radar untuk meningkatkan akurasi
-Sistem komunikasi
-Penggantian komponen yang membutuhkan banyak daya listrik
Selain itu, teknologi pesawat yang sebelumnya mengandalkan sistem mekanik dan hidrolik telah mengalami banyak perubbahan yang menuntut dilakukan peralihan ke sistem elektrik.
Hal tersebut menuntut dikembangkannya teknologi sistem kelistrikan. Saat ini teknologi kelistrikan untuk kelautan dan kedirgantaraan masih terus berkembang, sedangkan masih sangat banyak potensi-potensi teknologi baru yang belum ditemukan. Sehingga, peluang perkembangan teknologi kelistrikan baik untuk kelautan maupun kedirgantaraan masih sangat besar.

Tulisan ini dibuat untuk melengkapi tugas Kapita Selekta dengan pembicara Bapak Ricky Chan (Programme Lead – Electrical Power and Control Systems Rolls-Royce Advanced Technology Center Singapor)dan Adrian Short (President Director PT Rolls-Royce Indonesia).


Kamis, 03 Oktober 2013

Harmonisasi Transformasi PLN KITSBU dengan Mengembangkan Implementasi Manajemen Aset


Harmonisasi Transformasi PLN KITSBU dengan Mengembangkan Implementasi Manajemen Aset

Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri. Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan- perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II. Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW. Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan. Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.

PLN memiliki berbagai macam pembangkit, di antaranya:
PLTA(Pembangkit Listrik Tenaga Air), PLTU(Pembangkit Listrik Tenaga Uap),
PLTG(Pembangkit Listrik Tenaga Gas), PLTP(Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi),
PLTD(Pembangkit Listrik Tenaga Diesel), PLTGU(Pembangkit Listrik Tenaga Gas-Uap)

Visi & Misi
Visi
Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani.
Misi
    Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
    Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
    Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
    Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

Moto
Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik

KITSBU adalah singkatan dari Pembangkit Sumatera Bagian Utara. Daerah cakupan KITSBU adalah sebagai berikut :
    Belawan
    Medan
    Pandan
    Lueng Bata
    Pekanbaru
    Labuan Angin

Manajemen Aset
Manajemen Aset dilakukan perusahaan untuk meningkatkan pendapatannyadengan memaksimalkan beberapa aspek baik peningkatan secara teknologi, pada kualitas individu, atau sistem manajemen.
Manajemen asset PLN diatur dalam Tata kelola Pembangkitan(buku panduan) yang berisi proses pembangkitan yang disempurkanan. Hal-hal yang diatur diantaranya :
    Pengaturan rencana kerja
    Outage Management
    Material & Fuel Management
    Reliability Management
    Operation Management
    Efficiency
    Sistem Manajemen terpadu

Learning Point
    Gunakan waktu sebaik-baiknya!
    Jaga Integritas
    Buka wawasan
    Stay Foolish, Stay Hunger


Pembicara: Yusvi Adi Mustofa (PT. Perusahaan Listrik Negara)
Teknik Fisika 1999